Pemerintah Kota Makassar tengah mempersiapkan gelaran Ramadhan Fair 2026 sebagai salah satu strategi utama untuk memperkuat ekosistem Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayahnya. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan pemberdayaan dan pengembangan pedagang kecil melalui berbagai program pendampingan dan kurasi produk.
Fokus pada Kurasi dan Diferensiasi Produk
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menekankan pentingnya peran Dinas Koperasi dalam memberikan asistensi yang komprehensif kepada para pelaku UMKM. Menurutnya, kurasi produk bukan hanya sekadar proses seleksi, melainkan juga merupakan wadah untuk memberikan pengetahuan tentang bagaimana membangun usaha UMKM yang berkelanjutan. Ia menyoroti perlunya diferensiasi produk agar para pedagang tidak hanya menjual barang yang seragam, melainkan memiliki ciri khas yang membedakan mereka dari pesaing.
"Harus ada perhatian atau asistensi yang baik dari Dinas Koperasi supaya di Kanre-Rong (food court) ini tidak semuanya menjual hal yang sama. Jangan dari ujung ke ujung jualannya minuman kemasan dan rokok semua. Harus ada sesuatu yang khas," ujar Munafri saat meninjau persiapan Ramadhan Fair.
Ramadhan Fair 2026 direncanakan akan melibatkan 40 tenant yang akan berinteraksi langsung dengan tenant reguler Kanre-Rong. Munafri berharap agar setiap pelaku usaha dapat mengikuti proses kurasi secara seksama, termasuk mendapatkan pembekalan mengenai pengembangan usaha, strategi pemasaran, dan penguatan identitas produk.
Pentingnya Perencanaan dan Daya Tampung Pasar
Selain kurasi produk, Munafri juga menekankan pentingnya perencanaan jumlah tenant yang seimbang dengan potensi pengunjung. Ia mengingatkan agar jumlah penjual tidak melebihi daya tampung pasar, sehingga setiap tenant memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan keuntungan.
"Di setiap kegiatan seperti ini jangan lebih banyak penjual daripada pembeli. Karena itu tidak akan maksimal. Kita berharap crowd-nya ramai dan berdampak langsung kepada tenant-tenant yang ada," jelasnya. Dengan memastikan keseimbangan antara jumlah penjual dan pembeli, Pemkot Makassar berharap dapat menciptakan lingkungan bisnis yang kondusif dan menguntungkan bagi semua pihak.
Higienitas dan Sanitasi Sebagai Prioritas Utama
Aspek higienitas dan sanitasi juga menjadi perhatian serius dalam persiapan Ramadhan Fair 2026. Munafri meminta Dinas Koperasi untuk menjadikan standar kebersihan sebagai bagian integral dari proses kurasi UMKM. Ia menegaskan bahwa kebersihan makanan dan lingkungan berjualan adalah faktor penting dalam membangun kepercayaan konsumen.
"Yang paling penting adalah peningkatan pendapatan, dan juga memberikan pengetahuan tentang higienitas dan sanitasi. Ini wajib. Karena menyangkut kesehatan kita semua," tegasnya.
Pemkot Makassar menyadari bahwa kualitas produk dan layanan, termasuk kebersihan, merupakan kunci untuk menarik minat konsumen dan meningkatkan daya saing UMKM lokal.
Kolaborasi dan Harapan Masa Depan
Munafri menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Ramadhan Fair 2026. Ia menyadari bahwa acara ini tidak mungkin terlaksana hanya oleh Dinas Koperasi semata, melainkan berkat kolaborasi berbagai pihak.
"Ke depan, Karebosi Ramadan Fair dapat digelar lebih besar dan lebih meriah dengan perencanaan yang semakin matang," harap Munafri.
Ramadhan Fair 2026 diharapkan dapat menjadi momentum penting bagi pengembangan UMKM di Makassar. Melalui program pendampingan, kurasi produk, dan perhatian terhadap aspek higienitas, Pemkot Makassar berupaya menciptakan ekosistem bisnis yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi. Inisiatif ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi lokal. Keberhasilan Ramadhan Fair 2026 akan menjadi tolok ukur bagi pengembangan program-program serupa di masa mendatang.




