PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 7 (Daop 7) Madiun telah menyiapkan serangkaian strategi komprehensif untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama periode mudik Lebaran 2026. Puncak arus mudik diprediksi akan terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026, dengan estimasi kedatangan sekitar 16 ribu penumpang di Stasiun Madiun. Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 24 Maret 2026, dengan proyeksi keberangkatan mencapai 18 ribu penumpang.
Proyeksi dan Peningkatan Penumpang
Vice President PT KAI Daop 7 Madiun, Ali Afandi, mengungkapkan bahwa total penumpang yang akan menggunakan jasa kereta api selama masa Angkutan Lebaran 2026 di wilayah Daop Madiun diperkirakan mencapai 229 ribu orang. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 4 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini mengindikasikan minat masyarakat yang semakin tinggi terhadap penggunaan kereta api sebagai moda transportasi pilihan selama musim mudik Lebaran.
Peningkatan jumlah penumpang ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya adalah kemudahan aksesibilitas, kenyamanan perjalanan, dan upaya KAI dalam meningkatkan kualitas pelayanan. Selain itu, faktor ekonomi dan perubahan perilaku masyarakat dalam memilih transportasi juga turut berperan dalam meningkatkan minat terhadap penggunaan kereta api.
Persiapan Armada dan Penambahan Kereta
Untuk mengakomodasi lonjakan penumpang yang signifikan, PT KAI Daop 7 Madiun telah menyiapkan 15 lokomotif dalam kondisi prima dan siap beroperasi. Selain itu, dilakukan penambahan dua rangkaian kereta api, yaitu KA Brantas Lebaran yang melayani rute dari Blitar, serta penambahan satu kereta motor gratis (motis) untuk memfasilitasi pemudik yang ingin membawa sepeda motor mereka.
Penambahan armada ini merupakan langkah strategis untuk memastikan ketersediaan tempat duduk yang mencukupi bagi para penumpang, sekaligus mengurangi potensi kepadatan dan antrean di stasiun. Kereta motis juga menjadi solusi bagi pemudik yang ingin melanjutkan perjalanan dari stasiun tujuan ke kampung halaman dengan menggunakan kendaraan pribadi.
Pengamanan Terpadu dan Jalur Rawan
PT KAI Daop 7 Madiun juga telah menyusun rencana pengamanan terpadu untuk mendukung kelancaran Angkutan Lebaran 2026. Sebanyak 355 personel internal KAI dan personel gabungan dari TNI-Polri disiagakan untuk melakukan pengamanan di stasiun, kereta api, dan perlintasan sebidang.
Selain itu, perhatian khusus diberikan pada tiga jalur rawan, yaitu Madiun-Babadan, Saradan-Wilangan, dan Rejotangan-Blitar. Pengawasan intensif dilakukan pada jalur-jalur ini untuk mencegah potensi gangguan keamanan dan memastikan keselamatan perjalanan kereta api. Koordinasi juga dilakukan dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk memantau debit dan arus sungai, terutama di sekitar jembatan panjang.
Pengawasan Ekstra di Perlintasan Sebidang
Sebagai bagian dari upaya pengamanan, 90 personel tambahan akan ditempatkan di 39 titik perlintasan sebidang yang belum terjaga. Personel ini akan bertugas selama 24 jam dalam tiga shift untuk melakukan pengawasan dan memberikan peringatan kepada pengguna jalan yang melintas.
Pengawasan ekstra di perlintasan sebidang merupakan langkah penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan dan memastikan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan. KAI mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu berhati-hati saat melintasi perlintasan sebidang dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang ada.
Data Penumpang Awal Masa Angkutan Lebaran
Sejak dimulainya masa Angkutan Lebaran 2026 pada Rabu (11/3) hingga Jumat (13/3), tercatat total 16.180 penumpang berangkat dari Daop Madiun, sementara jumlah penumpang yang datang atau turun di stasiun Daop Madiun mencapai 27.811 orang. Data ini menunjukkan bahwa animo masyarakat untuk menggunakan kereta api sebagai moda transportasi mudik sudah cukup tinggi sejak awal periode Angkutan Lebaran.
KAI Daop 7 Madiun terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan memberikan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh penumpang. Dengan persiapan yang matang dan koordinasi yang baik dengan berbagai pihak terkait, diharapkan Angkutan Lebaran 2026 dapat berjalan lancar dan sukses.




