Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di berbagai wilayah Indonesia. Prakiraan cuaca menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah tanah air akan dilanda hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, menandakan puncak musim hujan yang diperkirakan berlangsung hingga akhir Februari. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.
Prediksi Hujan di Berbagai Pulau
Prakirawan BMKG, Ina Indah H., dalam keterangan resminya menyampaikan detail prediksi cuaca di berbagai wilayah. Pulau Sumatera, mulai dari Aceh hingga Lampung, diprediksi akan diguyur hujan ringan hingga sedang. Kota-kota besar seperti Medan, Pekanbaru, Padang, dan Palembang perlu bersiap menghadapi kondisi cuaca yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Di Pulau Jawa, hujan dengan intensitas serupa juga diperkirakan akan melanda wilayah Serang, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya. Kondisi ini perlu diantisipasi terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan dan bagi kelancaran transportasi.
Bali dan Nusa Tenggara juga tidak luput dari potensi hujan. Denpasar, Mataram, dan Kupang diperkirakan akan mengalami hujan ringan hingga sedang. Sementara itu, di Pulau Kalimantan, Tanjung Selor, Samarinda, dan Palangkaraya berpotensi mengalami hujan serupa. Peringatan khusus diberikan untuk wilayah Pontianak dan Banjarmasin, di mana hujan berpotensi disertai petir.
Wilayah Sulawesi juga perlu waspada. Meskipun Makassar diprediksi berawan, namun hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi di Mamuju, Kendari, Palu, Gorontalo, dan Manado. Di Indonesia bagian timur, wilayah seperti Sorong, Manokwari, Ternate, Nabire, Jayapura, Jayawijaya, dan Merauke diprediksi mengalami hujan ringan hingga sedang, sementara Ambon diperkirakan berawan tebal.
Puncak Musim Hujan dan Potensi Curah Hujan Tinggi
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menegaskan bahwa Indonesia masih berada dalam periode puncak musim hujan. Kondisi ini diperkirakan akan berlangsung hingga Februari, dengan potensi curah hujan tinggi di sebagian besar wilayah. BMKG memantau secara intensif perkembangan cuaca dan terus memperbarui informasi prakiraan untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat.
Pada Februari 2026, curah hujan diprediksi bervariasi dari rendah hingga tinggi, namun potensi curah hujan sangat tinggi perlu diwaspadai di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan. Masyarakat di wilayah-wilayah ini diimbau untuk mempersiapkan diri dan mengambil langkah-langkah pencegahan untuk mengurangi risiko dampak bencana.
Fenomena Atmosfer dan Antisipasi Idul Fitri
Memasuki bulan Maret 2026, curah hujan diperkirakan dalam kategori menengah hingga tinggi, dengan potensi curah hujan sangat tinggi masih mengintai di Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Papua Tengah. BMKG juga mengantisipasi potensi dampak fenomena atmosfer seperti Monsun Asia, Madden-Julian Oscillation (MJO), dan potensi siklon tropis di wilayah selatan Indonesia, terutama selama periode Hari Raya Idul Fitri.
Kombinasi berbagai faktor ini menuntut kesiapsiagaan yang tinggi dari pemerintah daerah dan masyarakat. Koordinasi antar lembaga terkait, sosialisasi informasi cuaca yang akurat dan tepat waktu, serta upaya mitigasi bencana yang efektif menjadi kunci untuk mengurangi risiko dan dampak negatif dari cuaca ekstrem.
BMKG terus mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi cuaca terkini yang dikeluarkan secara resmi melalui kanal-kanal informasi BMKG. Kewaspadaan dan kesiapsiagaan adalah kunci untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem dan meminimalkan dampak buruk yang mungkin terjadi.




