PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero), atau InJourney, menyatakan kesiapannya dalam menyambut lonjakan wisatawan dan pemudik yang diperkirakan akan terjadi pada libur Lebaran 2026. Dengan mengusung komitmen untuk menciptakan "Lebaran Penuh Makna", InJourney berupaya menghadirkan pengalaman perjalanan yang tak sekadar rutinitas, melainkan momen kebersamaan yang berkesan bagi setiap individu.
Yudhistira Setiawan, Corporate Secretary SVP InJourney, menegaskan bahwa pelayanan prima akan menjadi prioritas utama, mulai dari bandara hingga destinasi wisata di seluruh Indonesia. Instruksi telah diberikan kepada seluruh tim di lapangan untuk memberikan pelayanan yang tulus, memastikan kenyamanan para wisatawan dalam menikmati ekosistem pariwisata yang terintegrasi.
Selain fokus pada aspek operasional, InJourney juga merancang berbagai aktivitas dan atraksi yang menonjolkan kearifan lokal. Tujuannya adalah memberikan pengalaman wisata yang unik dan tak terlupakan, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada para pengunjung. Pengawasan ekstra juga akan ditingkatkan di kawasan pariwisata untuk menjamin keselamatan dan keamanan wisatawan.
Program Khusus "Lebaran Penuh Makna"
Menyambut Idul Fitri 1447 H, InJourney Destination Management telah menyiapkan program khusus bertajuk "Bersama Ciptakan Lebaran Penuh Makna". Direktur Komersial InJourney Destination Management, Gistang Panutur, menjelaskan bahwa program ini didukung oleh standar pengalaman pelanggan kelas dunia, yang dirancang untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan perjalanan wisatawan.
InJourney mengajak masyarakat untuk menghabiskan momen kebersamaan di berbagai destinasi unggulan, seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Keraton Ratu Boko. Proyeksi jumlah wisatawan yang akan mengunjungi destinasi tersebut selama periode 20-29 Maret 2026 diperkirakan mencapai 356.300 orang, meningkat 3-5% dibandingkan tahun sebelumnya.
Secara rinci, kunjungan ke Candi Borobudur diperkirakan mencapai 83.000 wisatawan, Candi Prambanan 129.000 wisatawan, Keraton Ratu Boko 7.300 wisatawan, dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) diprediksi akan menerima 137.000 pengunjung.
Mengantisipasi Lonjakan Wisatawan
Lonjakan wisatawan saat libur Lebaran merupakan fenomena tahunan di Indonesia. Peningkatan mobilitas masyarakat ini dipicu oleh tradisi mudik, di mana banyak orang kembali ke kampung halaman untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarga. Selain itu, libur Lebaran juga dimanfaatkan oleh banyak orang untuk berwisata, baik di dalam maupun luar negeri.
InJourney, sebagai holding BUMN yang bergerak di bidang aviasi dan pariwisata, memiliki peran strategis dalam mengantisipasi dan mengelola lonjakan wisatawan ini. Dengan mengkoordinasikan berbagai anak perusahaan dan mitra, InJourney berupaya memastikan kelancaran operasional bandara, penyediaan transportasi yang memadai, serta pengelolaan destinasi wisata yang optimal.
Kesiapan InJourney dalam menyambut Lebaran 2026 ini mencakup berbagai aspek, mulai dari peningkatan kapasitas bandara, penambahan frekuensi penerbangan, hingga penyediaan fasilitas dan layanan yang lebih baik di destinasi wisata. Selain itu, InJourney juga bekerja sama dengan berbagai pihak terkait, seperti pemerintah daerah, kepolisian, dan komunitas lokal, untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi para wisatawan.
Dampak Positif Bagi Pariwisata dan Ekonomi
Lonjakan wisatawan saat Lebaran tidak hanya memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata, tetapi juga bagi perekonomian secara umum. Peningkatan jumlah wisatawan akan meningkatkan pendapatan hotel, restoran, toko oleh-oleh, dan berbagai bisnis lainnya yang terkait dengan pariwisata. Selain itu, lonjakan wisatawan juga dapat menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.
Dengan mempersiapkan diri secara matang, InJourney berharap dapat memaksimalkan dampak positif dari lonjakan wisatawan saat Lebaran 2026. Selain memberikan pengalaman wisata yang bermakna bagi para pengunjung, InJourney juga ingin berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
InJourney akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan pengelolaan pariwisata di Indonesia. Diharapkan, upaya ini dapat menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata yang semakin menarik dan berdaya saing di tingkat global.




