- KKN Mahasiswi UNIDA Gontor di Manjungsari: Fokus pada Identifikasi Potensi Desa
Isi:
Siar.co.id – Mahasiswi Universitas Darussalam Gontor (UNIDA) Kampus Putri memulai Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di Dusun Manjungsari, Desa Wakah, pada 9 Februari 2026. Di hari pertama, mereka langsung terjun ke lapangan, melakukan pengenalan lingkungan dan observasi awal untuk memahami kondisi sosial ekonomi serta potensi masyarakat setempat. Pembukaan resmi dihadiri oleh peserta KKN, dosen pembimbing, dan perangkat Desa Wakah.
Pekan pertama KKN difokuskan pada orientasi dan pemetaan kebutuhan masyarakat. Mahasiswi menyadari bahwa keberhasilan program kerja bergantung pada pemahaman mendalam terhadap karakteristik desa. Pendekatan persuasif dan komunikasi intensif dengan perangkat desa serta tokoh masyarakat menjadi langkah awal untuk membangun sinergi.
Setelah pembukaan, tim KKN bersilaturahmi ke kediaman Kepala Dusun dan perangkat desa. Mereka memperkenalkan diri dan menyampaikan gambaran program kerja. Perangkat desa berharap mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata, khususnya dalam pemberdayaan potensi lokal.
Observasi lapangan dilakukan ke UMKM lokal, aktivitas masyarakat, fasilitas umum, dan kegiatan rutin warga. Hasil pengamatan menunjukkan potensi besar di sektor usaha rumahan, khususnya olahan pangan berbasis bahan lokal. Namun, masih ada tantangan dalam pemasaran, branding, dan inovasi produk.
Mahasiswi juga berdialog dengan kelompok pemuda dan ibu-ibu PKK untuk menggali kebutuhan serta minat terhadap program yang akan dijalankan. Warga antusias dengan rencana sosialisasi UMKM Tepung mocaf sebagai mitra dalam program KKN Tematik.
Pemetaan masalah dan potensi desa disusun sebagai dasar program kerja yang terarah, mencakup aspek ekonomi, pendidikan, sosial, dan lingkungan. Pendekatan partisipatif menjadi metode utama agar masyarakat turut menjadi subjek dalam pengembangan.
Mahasiswi KKN juga membangun kedekatan emosional dengan warga melalui kegiatan sederhana seperti mengikuti aktivitas masyarakat, membantu persiapan kegiatan desa, dan berinteraksi dengan anak-anak setempat. Interaksi ini penting untuk membangun kepercayaan dan menciptakan suasana kolaboratif.
Salah satu anggota tim KKN menyampaikan, "Kami ingin memastikan bahwa setiap program yang kami lakukan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat, bukan sekadar menjalankan agenda." Ia menambahkan bahwa dukungan perangkat desa dan partisipasi warga menjadi kunci keberhasilan KKN.
Kegiatan di pekan pertama ini memberikan pembelajaran tentang dinamika sosial masyarakat desa, serta mengasah kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan kerja tim. Proses adaptasi membantu mahasiswa memahami nilai gotong royong yang masih kuat di Dusun Manjungsari.
Ke depan, mahasiswa KKN berencana melaksanakan program berbasis pemberdayaan, termasuk edukasi pengembangan UMKM lokal dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Dengan sinergi antara mahasiswa dan masyarakat, diharapkan program ini memberikan dampak berkelanjutan.
Pekan pertama KKN menjadi langkah awal yang penuh pembelajaran dan harapan, dengan semangat kolaborasi yang diharapkan menjadi fondasi kuat bagi kemajuan Dusun Manjungsari.
Penulis:
- Fahmilia Rahmanita – Mahasiswi Manajemen, Universitas Darussalam Gontor
- Azmi Nur Al Qodar – Mahasiswa Teknik Informatika, Universitas Darussalam Gontor
- Talita Azka Nabila – Mahasiswi Ekonomi Islam, Universitas Darussalam Gontor




