Membangun Pilar Ekonomi Pekerja Migran: Program Literasi Keuangan di Malang Jadi Perisai Finansial

Gelombang pekerja migran Indonesia (PMI) yang mencari nafkah di seberang lautan terus bergulir. Di balik harapan akan kehidupan yang lebih…

Gelombang pekerja migran Indonesia (PMI) yang mencari nafkah di seberang lautan terus bergulir. Di balik harapan akan kehidupan yang lebih baik, tersimpan kerentanan terhadap masalah keuangan. Minimnya pemahaman pengelolaan uang kerap menjerat para PMI dalam lingkaran utang konsumtif, menghambat kemampuan menabung, dan berujung pada kesulitan ekonomi sekembalinya ke tanah air. Menyadari urgensi permasalahan ini, sebuah inisiatif penting digulirkan di Malang, Jawa Timur.

Dr. Himmiyatul Amanah Jiwa Juwita, seorang dosen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, turun tangan memberikan pembinaan keuangan personal kepada calon PMI. Program yang berlokasi di PT Bina Dinamita Rama, sebuah perusahaan penyalur tenaga kerja di Kota Malang, ini bertujuan untuk membekali para calon pekerja migran dengan keterampilan finansial yang mumpuni sebelum mereka menginjakkan kaki di negeri orang.

Mengapa Literasi Keuangan Penting Bagi PMI?

Literasi keuangan bukan sekadar kemampuan menghitung angka. Lebih dari itu, literasi keuangan adalah pemahaman mendalam tentang bagaimana uang bekerja, bagaimana mengelola anggaran, bagaimana berinvestasi, dan bagaimana merencanakan masa depan finansial. Bagi PMI, literasi keuangan menjadi perisai pelindung dari berbagai godaan dan risiko yang mengintai di perantauan.

Tanpa pemahaman yang baik, para PMI rentan terjebak dalam pola konsumsi yang tidak terkendali, tergiur oleh pinjaman dengan bunga tinggi, atau bahkan menjadi korban penipuan investasi bodong. Kondisi ini diperparah dengan tekanan budaya konsumtif dan gaya hidup mewah yang seringkali dipamerkan di media sosial. Alih-alih menabung dan berinvestasi untuk masa depan, sebagian PMI justru menghabiskan sebagian besar penghasilan untuk hal-hal yang kurang bermanfaat.

Pembinaan Interaktif: Kunci Efektivitas Program

Pembinaan literasi keuangan yang digagas oleh Dr. Himmiyatul Amanah Jiwa Juwita tidak hanya sekadar memberikan ceramah atau materi teoritis. Metode yang digunakan adalah pendekatan interaktif yang melibatkan penyuluhan, diskusi, dan simulasi perencanaan keuangan. Pendekatan ini dirancang agar peserta dapat memahami konsep dasar pengelolaan uang secara praktis dan relevan dengan kondisi mereka.

Materi yang disampaikan meliputi penyusunan anggaran bulanan, pengelolaan tabungan yang efektif, pengendalian utang, serta strategi pemanfaatan remitansi (uang yang dikirimkan ke keluarga di tanah air) agar lebih produktif. Peserta juga diajarkan bagaimana mengidentifikasi peluang investasi yang aman dan menguntungkan, serta bagaimana menghindari risiko penipuan keuangan.

Dampak Signifikan: Peningkatan Pemahaman Keuangan

Untuk mengukur efektivitas program, tim pelaksana melakukan evaluasi terhadap 25 peserta sebelum dan sesudah pelatihan. Hasilnya sangat menggembirakan. Skor pemahaman keuangan peserta meningkat signifikan dari 55 menjadi 82, atau naik sebesar 27 poin. Peningkatan ini menunjukkan bahwa pendekatan interaktif yang digunakan sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran keuangan para calon PMI.

Dr. Himmi meyakini bahwa peningkatan pemahaman keuangan ini akan berdampak positif pada perilaku keuangan para PMI di masa depan. Mereka diharapkan mampu mengelola keuangan dengan lebih bijak, menabung secara teratur, berinvestasi dengan cerdas, dan menghindari utang yang tidak perlu. Dengan demikian, mereka dapat mewujudkan impian untuk memiliki kehidupan yang lebih baik bagi diri sendiri dan keluarga.

Langkah Selanjutnya: Pendampingan Berkelanjutan

Program pembinaan literasi keuangan ini tidak berhenti sampai di sini. Dr. Himmi dan timnya berencana untuk mengembangkan program ini melalui pendampingan berkelanjutan. Mereka akan menjalin kolaborasi dengan perusahaan penyalur PMI, lembaga keuangan, dan pihak-pihak terkait lainnya untuk memberikan dukungan dan bimbingan yang berkesinambungan kepada para PMI.

Pendampingan ini akan mencakup pemberian informasi tentang produk dan layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan PMI, bantuan dalam menyusun rencana keuangan jangka panjang, serta solusi atas masalah keuangan yang mungkin mereka hadapi selama bekerja di luar negeri. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan literasi finansial para pekerja migran akan semakin kuat dan berkesinambungan, sehingga mereka dapat mencapai kesejahteraan ekonomi yang berkelanjutan pula.

Inisiatif di Malang ini menjadi contoh penting bagaimana pendidikan dan pembinaan literasi keuangan dapat memberdayakan masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti calon pekerja migran. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang memadai, mereka akan lebih siap menghadapi tantangan ekonomi di era globalisasi dan mewujudkan impian untuk masa depan yang lebih baik.

Artikel Disetujui Oleh
ReporterKarima

Sorotan

Kokoo Tradisi Ketuk Sahur Meriahkan Ramadan Di Gorontalo Libatkan Ribuan Warga Dan Sentuhan Modern
Koko’o: Tradisi Ketuk Sahur Meriahkan Ramadan di Gorontalo, Libatkan Ribuan Warga dan Sentuhan Modern
Ribuan warga Gorontalo tumpah ruah ke jalanan Kota Gorontalo, Kamis (19/2), untuk menyemarakkan tradisi Koko'o, sebuah ritual ketuk sahur yang…
20 Februari 2026News
Meunasah Al Hijra Dompet Dhuafa Hadirkan Cahaya Ramadhan Di Pidie Jaya Pascabencana
Meunasah Al-Hijra: Dompet Dhuafa Hadirkan Cahaya Ramadhan di Pidie Jaya Pascabencana
Di tengah puing-puing kenangan pahit akibat bencana banjir dan longsor yang melanda Pidie Jaya, Aceh, pada akhir tahun 2025, secercah…
19 Februari 2026News
Bmkg Imbau Waspada Puncak Musim Hujan Landa Sebagian Besar Wilayah Indonesia Potensi Cuaca Ekstrem Mengintai
BMKG Imbau Waspada: Puncak Musim Hujan Landa Sebagian Besar Wilayah Indonesia, Potensi Cuaca Ekstrem Mengintai
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di berbagai wilayah Indonesia. Prakiraan cuaca menunjukkan…
19 Februari 2026News