Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menyatakan dukungan penuh terhadap ambisi Indonesia untuk menduduki peringkat pertama dunia dalam laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2024/2025. Dukungan ini diwujudkan melalui pengembangan tiga sektor strategis: busana Muslim, makanan halal, dan pariwisata ramah Muslim. Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut, Joko Supratikto, pada acara Hijrah Sulut Fest 2024 yang berlangsung di Kawasan Bisnis Megamas Manado.
Saat ini, Indonesia menempati posisi ketiga secara global dalam SGIE, sebuah pencapaian yang menunjukkan kekuatan ekosistem ekonomi syariah di tanah air. Indonesia memegang keunggulan kompetitif di sektor busana Muslim, bahkan menduduki peringkat pertama dunia. Sektor makanan halal dan pariwisata ramah Muslim juga menunjukkan potensi yang signifikan.
Pilar Strategis Bank Indonesia untuk Ekonomi Syariah
Untuk mewujudkan ambisi menjadi yang terdepan, Joko Supratikto menekankan pentingnya penguatan sektor-sektor yang masih memerlukan peningkatan. Bank Indonesia, sebagai bank sentral, berkomitmen untuk mendukung pencapaian target tersebut melalui kebijakan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang berfokus pada tiga pilar utama, yang dikenal dengan akronim "IKLAS": Industri Keuangan Syariah, Keuangan Syariah, dan Literasi Syariah.
Pada pilar Industri Syariah, penguatan dilakukan melalui program-program yang menyasar pengembangan halal food, modest fashion, dan pariwisata ramah Muslim. Sektor makanan halal, dengan potensi pasar domestik dan global yang besar, menjadi fokus utama. Demikian pula, modest fashion, yang mencerminkan tren global akan pakaian yang sopan dan sesuai dengan nilai-nilai agama, terus didorong untuk meningkatkan daya saingnya. Pariwisata ramah Muslim, yang menawarkan pengalaman perjalanan yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi wisatawan Muslim, juga menjadi prioritas.
Pilar kedua, Keuangan Syariah, berfokus pada inovasi dan digitalisasi keuangan syariah. Perkembangan teknologi digital membuka peluang baru untuk memperluas akses keuangan syariah kepada masyarakat, termasuk melalui layanan perbankan digital syariah, platform investasi syariah, dan sistem pembayaran digital syariah. Inovasi dalam produk dan layanan keuangan syariah juga terus didorong untuk memenuhi kebutuhan pasar yang semakin beragam.
Pilar ketiga, Literasi Syariah, menekankan pentingnya edukasi dan sosialisasi ekonomi syariah kepada masyarakat luas. Melalui serangkaian kegiatan edukasi dan sosialisasi, diharapkan pemahaman masyarakat tentang prinsip-prinsip dan manfaat ekonomi syariah dapat meningkat, sehingga mendorong partisipasi aktif dalam ekosistem ekonomi syariah.
Potensi Sulawesi Utara dalam Mendukung Ekonomi Syariah Nasional
Dukungan Sulawesi Utara terhadap pengembangan ekonomi syariah nasional bukan tanpa alasan. Provinsi ini memiliki potensi yang besar dalam berbagai sektor yang relevan dengan ekonomi syariah.
Dalam sektor makanan halal, Sulut memiliki kekayaan sumber daya alam dan produk pertanian yang dapat diolah menjadi berbagai produk halal yang berkualitas. Pengembangan industri pengolahan makanan halal di Sulut dapat memberikan nilai tambah bagi produk pertanian lokal dan menciptakan lapangan kerja baru.
Sektor pariwisata Sulut juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi pariwisata ramah Muslim. Keindahan alam Sulut, seperti Bunaken dan Danau Linow, dapat menarik wisatawan Muslim dari berbagai negara. Pengembangan fasilitas dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan Muslim, seperti hotel halal, restoran halal, dan masjid, akan semakin meningkatkan daya tarik Sulut sebagai destinasi wisata ramah Muslim.
Tantangan dan Peluang Pengembangan Ekonomi Syariah
Meskipun memiliki potensi yang besar, pengembangan ekonomi syariah di Indonesia juga menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya adalah kurangnya pemahaman masyarakat tentang prinsip-prinsip dan manfaat ekonomi syariah. Selain itu, masih terdapat kesenjangan antara ketersediaan produk dan layanan keuangan syariah dengan kebutuhan masyarakat.
Namun, tantangan ini juga merupakan peluang untuk terus mengembangkan dan menyempurnakan ekosistem ekonomi syariah di Indonesia. Dengan dukungan dari pemerintah, Bank Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat ekonomi syariah global.
Dengan komitmen dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Sulawesi Utara, ambisi Indonesia untuk merajai ekonomi syariah global bukan hanya sekadar mimpi, tetapi sebuah target yang realistis dan dapat dicapai. Pencapaian ini akan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional dan kesejahteraan masyarakat.




