Bulog Tingkatkan Pasokan MinyaKita Demi Stabilitas Harga Jelang Ramadhan 2026

Perum Bulog berupaya memperkuat stok minyak goreng rakyat, MinyaKita, hingga mencapai 100 ribu ton. Langkah ini diambil sebagai antisipasi lonjakan…

Bulog Tingkatkan Pasokan Minyakita Demi Stabilitas Harga Jelang Ramadhan 2026

Perum Bulog berupaya memperkuat stok minyak goreng rakyat, MinyaKita, hingga mencapai 100 ribu ton. Langkah ini diambil sebagai antisipasi lonjakan permintaan selama bulan Ramadhan hingga Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa upaya ini merupakan bagian dari komitmen BUMN pangan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Antisipasi Kenaikan Permintaan MinyaKita

Lonjakan permintaan MinyaKita selama Ramadhan dan Lebaran diperkirakan mencapai dua hingga tiga kali lipat dibandingkan bulan-bulan biasa. Peningkatan ini didorong oleh tradisi memasak yang lebih intensif di kalangan masyarakat selama bulan puasa dan perayaan Idul Fitri. Untuk mengantisipasi hal ini, Bulog telah menginstruksikan jajaran direksi untuk mempercepat koordinasi dengan produsen minyak goreng. Tujuannya adalah meningkatkan pasokan domestic market obligation (DMO) kepada Bulog selama periode Ramadhan.

"Kami sudah perintahkan tadi ke Direktur Bisnis Bulog, Febby Novita, untuk segera menghubungi masing-masing produsen minyak agar mendorong DMO lebih banyak lagi ke Bulog di bulan Ramadhan dan menjelang Lebaran ini," ujar Rizal.

Sebelumnya, Bulog menerima pasokan sekitar 60 ribu ton per bulan. Namun, realisasi pada bulan Februari tercatat hanya 45 ribu ton. Oleh karena itu, Bulog menargetkan penambahan pasokan untuk meningkatkan volume distribusi menjadi 90 ribu ton, bahkan hingga 100 ribu ton selama bulan Ramadhan.

Strategi Distribusi dan Harga

Optimalisasi stok ini diharapkan dapat menjaga ketersediaan MinyaKita di pasaran, mencegah kelangkaan dan lonjakan harga yang meresahkan masyarakat. Dengan stok yang memadai, Bulog memastikan kebutuhan minyak goreng rakyat di berbagai daerah dapat terpenuhi dengan harga yang terjangkau, yakni Rp15.700 per liter di tingkat konsumen.

Kebijakan distribusi MinyaKita saat ini mengacu pada Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 43 Tahun 2025 tentang Minyak Goreng Sawit Kemasan dan Tata Kelola Minyak Goreng Rakyat. Regulasi ini mengatur penugasan DMO sebesar 35 persen dari total nasional kepada BUMN seperti Bulog, ID FOOD, dan Agrinas Palma. Skema ini menggantikan mekanisme sebelumnya yang melibatkan distribusi oleh pihak swasta.

Distribusi MinyaKita difokuskan pada pasar-pasar yang termasuk dalam Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter. Harga tebus dari gudang Bulog ditetapkan sebesar Rp14.500 per liter. Dengan selisih Rp1.200 per liter, Bulog berharap pengecer tetap mendapatkan margin yang wajar sehingga harga dapat terkendali dan pasokan stabil.

Dampak dan Implikasi Kebijakan

Penguatan stok MinyaKita oleh Bulog memiliki implikasi signifikan terhadap stabilitas ekonomi, terutama menjelang Ramadhan. Langkah ini berpotensi menekan laju inflasi yang seringkali meningkat akibat kenaikan permintaan barang kebutuhan pokok. Dengan ketersediaan MinyaKita yang terjamin, masyarakat diharapkan tidak perlu khawatir akan kelangkaan atau harga yang melambung tinggi.

Selain itu, kebijakan ini juga dapat memperkuat peran BUMN dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Penugasan DMO kepada Bulog, ID FOOD, dan Agrinas Palma menunjukkan komitmen pemerintah untuk melibatkan BUMN dalam stabilisasi harga dan distribusi komoditas strategis. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada mekanisme pasar yang rentan terhadap spekulasi dan manipulasi harga.

Tantangan dan Langkah Selanjutnya

Meskipun upaya Bulog ini patut diapresiasi, tantangan tetap ada. Koordinasi yang efektif dengan produsen minyak goreng menjadi kunci keberhasilan dalam memastikan pasokan DMO yang lancar. Selain itu, pengawasan yang ketat terhadap distribusi di tingkat pengecer juga diperlukan untuk mencegah praktik penimbunan atau penjualan di atas HET.

Ke depan, Bulog perlu terus berinovasi dalam sistem distribusi dan logistik untuk menjangkau daerah-daerah terpencil yang seringkali mengalami kesulitan akses terhadap MinyaKita. Selain itu, edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pembelian sesuai kebutuhan dan menghindari panic buying juga perlu ditingkatkan. Dengan langkah-langkah yang komprehensif, diharapkan stabilitas pasokan dan harga MinyaKita dapat terus terjaga, memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.

Artikel Disetujui Oleh
ReporterKarima

Sorotan

Mbappe Berpeluang Tampil Sejak Awal Kontra Brasil Deschamps Atur Strategi Menuju Piala Dunia 2026
Mbappe Berpeluang Tampil Sejak Awal Kontra Brasil, Deschamps Atur Strategi Menuju Piala Dunia 2026
Didier Deschamps, pelatih tim nasional Prancis, memberikan sinyal positif terkait kondisi kebugaran Kylian Mbappe menjelang laga persahabatan melawan Brasil. Pertandingan…
26 Maret 2026News
Arus Balik Lebaran Jasa Marga Tekankan Disiplin Pengguna Jalan Di Tengah Rekayasa Lalu Lintas
Arus Balik Lebaran: Jasa Marga Tekankan Disiplin Pengguna Jalan di Tengah Rekayasa Lalu Lintas
PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengintensifkan imbauan kepada para pemudik untuk mematuhi aturan lalu lintas yang berlaku, terutama selama periode…
26 Maret 2026News
Polres Kerinci Siagakan Personel Jamin Keamanan Dan Kenyamanan Wisatawan Libur Lebaran
Polres Kerinci Siagakan Personel, Jamin Keamanan dan Kenyamanan Wisatawan Libur Lebaran
Libur Lebaran menjadi momen penting bagi sektor pariwisata, tak terkecuali di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Menyadari potensi peningkatan…
25 Maret 2026News