Malang, Jawa Timur – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang pada Sabtu malam (20/4) menyebabkan banjir yang berdampak pada permukiman warga di Desa Saptorenggo dan Desa Mangliawan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang segera bergerak cepat melakukan asesmen dampak untuk mendata kerusakan dan kerugian yang ditimbulkan oleh bencana tersebut.
Asesmen Dampak Banjir
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menyatakan bahwa timnya masih berada di lapangan untuk mengumpulkan data secara rinci. "Kami sedang melakukan pendataan secara komprehensif mengenai kerusakan infrastruktur, rumah warga, dan kerugian materiil lainnya. Perkembangan informasi akan kami sampaikan secara berkala," ujarnya. Data sementara menunjukkan bahwa banjir telah berdampak pada 10 kepala keluarga (KK), dengan tujuh KK di Desa Saptorenggo dan tiga KK di Desa Mangliawan. Meskipun demikian, pihak BPBD memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Faktor Penyebab Banjir
Menurut laporan BPBD, hujan deras yang berlangsung dari pukul 17.30 hingga 20.00 WIB menjadi penyebab utama banjir. Intensitas curah hujan yang tinggi mengakibatkan debit air sungai di perbatasan antara Desa Saptorenggo dan Desa Mangliawan meluap dan menggenangi permukiman warga yang berada di dataran rendah. Kondisi ini diperparah dengan topografi wilayah yang memang rentan terhadap banjir saat musim hujan.
Kecamatan Pakis sebagai Daerah Rawan Banjir
BPBD Kabupaten Malang telah memetakan Kecamatan Pakis sebagai salah satu daerah yang rawan banjir. Berdasarkan peta kerawanan bencana banjir BPBD, selain Pakis, terdapat 16 kecamatan lain di Kabupaten Malang yang juga memiliki potensi tinggi terjadinya banjir saat musim hujan. Kecamatan-kecamatan tersebut antara lain Pujon, Ngantang, Kasembon, dan beberapa wilayah lainnya yang memiliki karakteristik geografis serupa. Penetapan ini didasarkan pada data historis kejadian banjir, kondisi tata ruang, dan faktor-faktor lingkungan lainnya yang berkontribusi terhadap risiko banjir.
Upaya Mitigasi dan Pencegahan
Menyadari tingginya risiko banjir di wilayahnya, BPBD Kabupaten Malang terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan dan melakukan upaya mitigasi. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai cara-cara menghadapi banjir, jalur evakuasi, serta tempat-tempat pengungsian yang aman. Selain itu, BPBD juga berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), untuk melakukan pemeliharaan dan normalisasi sungai serta drainase secara berkala.
Pemerintah daerah juga tengah mempertimbangkan untuk melakukan penataan ruang yang lebih baik di wilayah-wilayah rawan banjir, termasuk pengaturan tata guna lahan dan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir seperti bendungan kecil atau tanggul penahan. Upaya-upaya ini diharapkan dapat mengurangi risiko banjir dan dampaknya terhadap masyarakat.
Langkah Selanjutnya
Saat ini, intensitas hujan di wilayah terdampak dilaporkan sudah mulai menurun, dengan intensitas ringan hingga sedang. Tim BPBD Kabupaten Malang terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan perangkat desa serta relawan untuk memastikan keamanan dan keselamatan warga. Setelah proses asesmen selesai, BPBD akan menyusun laporan lengkap mengenai dampak banjir dan merencanakan langkah-langkah penanganan lebih lanjut, termasuk pemberian bantuan kepada warga terdampak dan perbaikan infrastruktur yang rusak. Pemerintah Kabupaten Malang berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh kepada masyarakat yang terkena dampak banjir dan berupaya untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.




