LAMONGAN – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM), Ferry Juliantono, memberikan apresiasi tinggi kepada Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Sunan Drajat di Lamongan, Jawa Timur, atas inovasi mereka meluncurkan unit bisnis baru bernama Sundra Family Care. Langkah ini dipandang sebagai upaya strategis untuk memperkuat ekonomi nasional berbasis koperasi pesantren dan memberdayakan masyarakat sekitar. Peresmian Sundra Family Care dilakukan pada hari Selasa di kompleks Kopontren Sunan Drajat, menandai babak baru dalam pengembangan ekonomi pesantren di Indonesia.
Kopontren Sunan Drajat: Model Pengembangan Ekonomi Pesantren
Ferry Juliantono menyoroti Kopontren Sunan Drajat sebagai contoh ideal bagi koperasi pesantren di seluruh Indonesia. Diversifikasi usaha yang dilakukan, menurutnya, membuktikan bahwa kopontren memiliki potensi besar untuk membangun fondasi ekonomi yang kokoh dan memberikan manfaat signifikan bagi para santri serta masyarakat di sekitarnya. Keberhasilan Kopontren Sunan Drajat dalam mengembangkan berbagai unit usaha menjadi inspirasi bagi pesantren lain untuk mengikuti jejak serupa.
Kyai Ghofur, tokoh sentral di balik kemajuan Kopontren Sunan Drajat, dinilai memiliki visi jauh ke depan dalam mengembangkan potensi ekonomi pesantren. Beliau mampu mengintegrasikan nilai-nilai agama dengan prinsip-prinsip ekonomi modern, menciptakan model bisnis yang berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Sundra Family Care: Konsep Terintegrasi untuk Kesejahteraan Keluarga
Sundra Family Care hadir sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat akan layanan yang terintegrasi dan berkualitas. Unit bisnis ini menawarkan berbagai fasilitas, mulai dari gerai ritel modern yang menyediakan kebutuhan sehari-hari, klinik kesehatan dengan layanan medis profesional, apotek yang menyediakan obat-obatan terpercaya, playground untuk anak-anak, hingga restoran dengan menu yang beragam.
Keunggulan Sundra Family Care terletak pada komitmennya untuk menjual produk-produk yang sebagian besar berasal dari hasil produksi santri dan masyarakat sekitar. Hal ini menciptakan siklus ekonomi yang saling menguntungkan, di mana keuntungan yang diperoleh kembali diinvestasikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, Sundra Family Care tidak hanya berfungsi sebagai pusat perbelanjaan, tetapi juga sebagai wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dukungan Pemerintah untuk Pengembangan Koperasi Pesantren
Kementerian Koperasi dan UKM berkomitmen untuk mendukung pengembangan koperasi pesantren di seluruh Indonesia. Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah dengan memfasilitasi akses pembiayaan melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi. Selain itu, pemerintah juga siap memberikan pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di koperasi pesantren.
Menkop Ferry juga melihat Kopontren Sunan Drajat memiliki potensi besar untuk menjadi rujukan bagi pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang sedang digalakkan pemerintah. KDKMP merupakan program strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui pengembangan koperasi yang kuat dan mandiri.
Jaringan KDKMP yang Luas dan Berkelanjutan
Direktur Utama Perekonomian Ponpes Sunan Drajat, Anas Al Hifni, mengungkapkan bahwa Kopontren Sunan Drajat saat ini memiliki 106 mitra KDKMP di Jawa Timur. Jaringan yang luas ini menjadikan Kopontren Sunan Drajat sebagai salah satu yang terbesar di Indonesia. Keberhasilan ini membuktikan bahwa koperasi pesantren mampu berperan aktif dalam menggerakkan roda perekonomian di tingkat desa dan kelurahan.
Sebagai wujud syukur atas pembukaan unit bisnis baru Sundra Family Care, Kopontren Sunan Drajat menyelenggarakan kegiatan santunan kepada anak yatim dan dhuafa. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Kopontren Sunan Drajat untuk berbagi kebahagiaan dan membantu sesama yang membutuhkan.
Langkah Selanjutnya: Pengembangan Pusat Distribusi
Kopontren Sunan Drajat berencana untuk mengembangkan pusat distribusi yang akan mendukung suplai logistik bagi gerai KDKMP di seluruh Jawa Timur. Pusat distribusi ini akan dilengkapi dengan fasilitas modern dan sistem manajemen yang efisien, sehingga mampu menjamin ketersediaan barang dan kelancaran distribusi. Pengembangan pusat distribusi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat jaringan KDKMP dan meningkatkan daya saing produk-produk lokal. Dengan adanya pusat distribusi yang terintegrasi, diharapkan KDKMP dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian daerah dan nasional.




